Proses Pembuatan Furniture hingga Pengiriman

Proses pembuatan furniture membutuhkan beberapa tahapan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah semua proses selesai dengan benar, pengiriman kepada konsumen baru bisa dilakukan.

Tahap pertama dalam pembuatan furniture adalah mendapatkan bahan utama yang masih dalam bentuk log atau istilah umumnya disebut kayu gelondongan. Pada tahap ini, kayu masih berbentuk batangan besar karena baru ditebang dari hutan.

Setelah itu, kayu perlu dipotong sesuai keinginan. Pemotongan kayu dari bentuk log biasanya dibuat lembaran dengan ketebalan 3 hingga 15 centimeter.

Setelah dipotong, perlu dilakukan pengeringan. Pengeringan cara pertama bisa dilakukan di luar ruangan mengandalkan sinar matahari. Cara lain dalam pengeringan kayu bisa dilakukan dengan cari lebih modern yaitu memasukkan kayu ke dalam sebuah oven.

Pengeringan ini wajib dilakukan untuk menghilangkan kadar air dalam kayu. Sebab jika tidak dilakukan, biasanya kayu bisa mengalami perubahan bentuk atau tidak bisa tahan lama.

Nah, setelah proses itu baru masuk pada tahap produksi. Kayu akan dipotong dengan ukuran tertentu sesuai barang yang ingin dikerjakan. Pengerjaan ini biasanya menggunakan mesin gergaji atau ripsaw.

Setelah itu kayu yang masih dalam bentuk balok yang kasar masuk ke bagian penyerutan untuk menghilangkan tekstur kayu yang masih kasar dan menentukan ukuran pasti untuk mebel yang akan dibuat. Hasil akhirnya menjadi halus. Kemudian baru dilakukan pengeboran untuk membuat sistem perakitan.

Setelah itu bisa masuk tahap pengamplasan untuk mendapatkan tingkat kehalusan sesuai keinginan. Beberapa produk memang dilakukan mengamplasan sebelum dirakit. Namun ada juga pengamplasan dilakukan setelah barang jadi. Biasanya barang yang diamplas setelah jadi tersebut adalah mebel ukuran besar seperti lemari, pintu, meja besar yang tidak memiliki sudut sempit.

Yang terakhir adalah proses penyelesaian (finishing). Tahap ini tukang mebel akan memberikan lapisan pada kayu agar terlibat lebih indah dan elegan, sekaligus memberikan perlindungan pada kayu.

Proses Pengiriman Furniture

Setelah semua tahap tersebut terlewati, maka barang siap masuk pada tahap pengemasan. Ini dilakukan jika suatu produk hendak dikirim ke tangan konsumen atau pembeli.

Tahap pengemasan ini juga perlu mendapat perhatian khusus agar barang tidak mengalami kerusakan ketika sampai pada pemesan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan itu, maka perlu dilakukan pengemasan yang baik.

Ada beberapa pilihan jasa pengiriman furniture ke luar kota hingga ke luar negeri. Pada umumnya, ongkos pengiriman furniture tidak berdasarkan berat melainkan melihat volume barang.

Demikanlah, proses pembuatan furniture dari awal hingga pengiriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *