Bahan-Bahan Finishing Untuk Bahan Kayu / Mebel

Custom Furniture – Bahan Finishing Kayu merupakan lapisan penentu terhadap hasil akhir suatu proses finishing sesuai dengan pilihannya. Finishing kayu adalah proses pemberian lapisan pada permukaan kayu / mebel (meja, kursi, lemari, ranjang atau apa pun yang berbahan kayu) dengan tujuan agar dapat menjadikan barang terlindungi dan lebih awet, juga dapat memberi tampilan memikat pada barang sehingga tampak lebih indah, mewah dan elegan.

Furnitur kayu yang diberikan finishing dapat meningkatkan potensial dalam kayu yang membuatnya menjadi lebih awet dan tahan lama melalui lapisan anti air dan kelembaban, serta untuk menghindari serangga perusak kayu. Finishing juga dapat membuat kualitas estetika furnitur kayu menjadi lebih cantik, indah, dan menarik. Pengaplikasian finishing pada furnitur kayu berbeda-beda tergantung style yang ingin dicapai, bisa natural rustic look, elegan dan mewah, dan lainnya. Hal ini akan bergantung pada jenis dan banyaknya finishing dipakai.

Berikut adalah jenis-jenis finishing yang sering digunakan untuk furnitur kayu:

Teak Oil

Aplikasi finishing dengan Teak oil adalah jenis paling sederhana dan mudah aplikasinya. Bahan ini tidak membentuk lapisan ‘film’ pada permukaan kayu. Minyak dapat meresap ke dalam pori-pori kayu dan tinggal di di dalamnya untuk mencegah air keluar atau masuk dari pori-pori kayu. Cara aplikasinya mudah, cukup dengan menyiram, merendam atau melumuri dengan kain maupun kuas furnitur kayu dengan minyak, dengan demikian minyak ini akan masuk ke dalam pori-pori kayu, kemudian minyak dapat dibersihkan dengan kain kering.

Finishing dengan bahan dasar teak oil ini sangat sederhana dalam penggunaannya dan hasilnya tidak tahan lama, tidak tahan terhadap air, dan cepat pudar, sehingga membutuhkan pengulangan olesan teak oil kembali, efek akhirnya pun tidak memberikan keawetan furnitur terhadap benturan ataupun goresan, sehingga furnitur tetap mudah lecet.

Hasil finishing furnitur ini dapat menghasilkan tampilan furnitur kayu yang cantik secara alami, cocok untuk gaya ruangan natural, rustic, dan industrial.

Pernis

Finishing dengan pernis sudah sejak lama digunakan untuk melapisi kayu atau perabotan rumah tangga karena harganya yang relatif murah dan mudah dikerjakan sendiri.

Cara pengaplikasian finishing dengan pernis tidaklah sulit, cukup pastikan bidang permukaan yang akan dilapisi sudah cukup halus dan rata, lalu lapisi pernis secara merata di keseluruhan bidang dan tunggu hingga kering. Finishing dengan pernis bertujuan untuk memberikan furnitur terhadap paparan matahari yang panas, goresan, air, serta tampilan kayu yang mengkilat. Hal ini sangat cocok untuk furnitur ruangan dengan gaya yang alami, rustic, dan industrial.

Namun, lapisan finishing pernis tidak lah bertahan lama, permukaan kayu atau furnitur seiring waktu akan mudah terlihat pudar dan kusam, sehingga sebaiknya pengaplikasian lapisan finishing pernis dilakukan secara rutin berulang kali setiap furnitur kayu terlihat kusam.

Politur

Politur merupakan finishing berbahan dasar shellac (serlak), dapat berupa serrpihan maupun batangan, dan dapat dilarutkan dengan alkohol untuk melakukan finishing terhadap furnitur kayu. Pengaplikasian politur dapat dilakukan menggunakan secara semprot, atau bisa juga secara manual dengan memoleskan politur dengan kain ke furnitur kayu.

Pemolesan kayu pada permukaan furnitur secara berkala bertujuan untuk mendapatkan lapisan tipis transparan (film). Semakin banyak polesan yang dilakukan secara berkala dan berulang kali dapat membuat lapisan politur pada kayu menjadi lebih tebal dan indah. Tampilannya yang bening megkilat sangat cocok untuk penyuka gaya alami dan tradisional ataupun penyuka gaya ekspos material dan rustic.

Melamin

Finishing kayu melamin memiliki sifat yang hampir sama dengan bahan lacquer. Hasil lapisan olesan melamin lebih keras dibandingkan bahan lacquer. Kandungan formaldehyde pada melamin paling tinggi di antara bahan finishing lainnya dan berguna untuk menambah daya ikat molekul bahan finishing. Sehingga, membuat furnitur dengan finishing ini jadi lebih awet, tahan air, goresan, dan benturan. Namun, kandungan kimia yang terlalu tinggi untuk melamin kurang baik untuk lingkungan.

Pewarnaan dengan finishing ini dapat berbagai macam, dengan pilihan tekstur tampilan akhir dari melamine doff yang lembut, semi gloss, hingga glossy yang licin dan mengkilat. Hasil akhir finishing melamine sangat variatif membuatnya jadi pilihan bagi banyak konsumen. Namun, finishing melamine hanya cocok untuk furnitur dalam ruangan karena teksturnya yang terlalu bervariatif mudah pudar saat terpapar sinar terlalu berlebihan. Finishing ini berharga lebih mahal dibanding lainnya, tapi sangat cocok untuk penyuka gaya yang mewah, elegan, dan modern.

Nitro Cellulose (NC) Lacquer

Finishing Nitro Cellulose (NC) lacquer terbuat dari resin nitrocellulose yang dicampur dengan bahan pelarut, seperti alkohol, yang cepat kering. NC lacquer diaplikasikan dengan cara disemprot dengan tekanan udara. Jenis finishing ini cukup tahan air, tapi masih rentan menghadapi goresan dan benturan karena lapisan film yang dihasilkan tidaklah terlalu keras untuk goresan dan benturan tertentu. Jenis finishing ini sering dijadikan finishing furnitur kayu standard karena kualitasnya yang cukup baik dengan harga yang bersaing.

Dalam perawatannya, meskipun sudah kering, NC dapat dikupas menggunakan bahan pencair. Oleh sebab itu, furnitur dengan finishing NC lacquer harus diletakkan di tempat yang cukup aman dari cuaca dan panas, serta sebaiknya dilakukan pemolesan berkala. Tampilan yang dihasilkan oleh NC lacquer berupa tampilan yang halus dan licin. Cocok untuk penyuka tampilan yang alami maupun yang menyukai material yang diekspos.

Polyurethane (PU)

Jenis finishing ini dilakukan dengan mengoleskan cairan kimia PU ke permukaan furnitur kayu, proses pengeringan dilakukan dengan bahan kimia cair yang cepat menguap. Finishing jenis PU ini dikenal lebih awet dibandingkan dengan jenis finishing lainnya karena menghasilkan lapisan film yang lebih tebal.

Bahan finishing ini menghasilkan lapisan yang tebal seperti plastic dan benar- benar menutup permukaan kayu dengan daya rekat yang sangat kuat terhadap kayu tersebut. PU memiliki daya tahan terhadap air dan panas sangat tinggi, selain itu juga sangat anti goresan benturan. Kelebihan dari jenis finishing ini membuat PU menjadi finishing yang cukup mahal dibanding lainnya. Karena keawetannya, finishing dengan PU membuatnya sangat baik untuk dekorasi maupun finishing furnitur luar ruangan. Tampilan yang glossy dan smooth seperti ini sangat cocok buat Kalian yang suka dengan gaya yang modern, ceria, dan segar.

Waterbased lacquer

Finishing kayu dengan basis air ini menggunakan bahan pencair air yang murni. Proses aplikasi dilakukan secara memoleskan ke furnitur kayu, pengeringannya finshing ini lebih lama dari jenis bahan finishing lainnya karena penguapan air jauh lebih lambat daripada penguapan alkohol ataupun thinner. Meski begitu, kualitas lapisan/film yang dihasilkan tidaklah kalah dengan jenis finishing lainnya.

Finishing kayu ini transparan, menghasilkan warna yang natural, dan tidak menutupi tekstur dasar warna kayu. Meskipun sederhana, tapi lapisan finishing ini sudah tahan air dan tahan goresan. Kualitas finishing yang cukup bagus, ditambah bahan dasar air yang memudahkan aplikasi dan harganya yang murah membuat finishing ini cukup popular. Kelebihan lainnya adalah jenis finishing ini ramah lingkungan dan lebih baik untuk kesehatan pengguna furnitur karena berbahan dasar air jadi reaksi penguapan kimia finishing ini tidak terlalu besar dan menghasilkan racun. Tampilan alami finishing ini cocok untuk Kalian yang suka dengan gaya alami dan tradisional, maupun penyuka tampilan ekspos material, rustic, dan industrial.

Veneer dan laminasi HPL, PVC, dan lapisan lainnya

Jenis finishing ini hanya diaplikasikan pada jenis kayu olahan. Veneer adalah lapisan kayu tipis seperti lembaran papan yang direkatkan pada kayu olahan untuk menghasilkan tekstur dan motif kayu yang tampak seperti kayu sungguhan pada kayu olahan. Sementara itu, lapisan HPL adalah jenis kertas tebal yang memiliki motif dan tekstur seperti kayu yang biasanya direkatkan pada kayu olahan. Lapisan PVC adalah jenis plastik tipis dengan tekstur dan motif yang menyerupai kayu atau motif tertentu yang dapat direkatkan pada kayu olahan.

Biasanya, kayu olahan menerima perlakuan finishing ini karena tekstur aslinya yang kasar, karena berasal dari olahan kayu-kayu sisa, seperti Blockboard, MDF, dan particle board. Proses pengaplikasian lapisan finishing pada kayu olahan biasanya secara direkatkan dengan perekat maupun laminasi dengan tekanan dan panas yang tinggi, karena lapisan tersebut sudah tersedia dalam bentuk lembaran. Produk kayu olahan dan finishing biasanya diolah oleh pabrik dan tersedia dalam ukuran-ukuran besar.

Bentuk dan lapisan veneer sangat beragam, dari motif veneer kayu yang sangat serupa kayu asli, HPL yang smooth dan halus, maupun PVC yang glossy dan licin, sangat cocok untuk aneka gaya favorit kalian, tidak perlu khawatir tidak ada pilihan!

Setelah mengetahui jenis finishing apa yang dipakai oleh furnitur kayu kamu, hal tersebut dapat sangat berpengaruh dalam bagaimana cara kamu merawat furnitur. Berikut adalah hal yang dapat kamu lakukan serta kamu hindari dalam menjaga finishing furnitur kayu kamu tetap awet seperti baru.

  • Jenis finishing dasar dan natural seperti teak oil,pernis,danpolitur membutuhkan pemolesan finishing secara berkala untuk membuat tetap terlihat segar dan seperti baru. Untuk pembersihan sebaiknya dibersihkan dengan menggunakan kain lap kering, apabila membutuhkan air untuk membersihkan noda, sebaiknya dilakukan dengan sedikit air dan dilap dengan cepat, lalu segera mengeringkan bekas air tersebut. Finishing ini juga tidak terlalu kuat, jadi furnitur dengan finishing ini harus dijauhkan dari paparan matahari langsung, suhu yang terlalu tinggi atau rendah, dan goresan maupun benturan.
  • Jenis finishing Nitrocelluloselacquer dan melamine meskipun memiliki ketahanan yang cukup tinggi, tapi tetap harus dijaga terhadap paparan matahari langsung, suhu yang terlalu tinggi dan rendah, serta goresan maupun benturan. Jauhkan furnitur dari luar ruangan untuk menjaga warna dan kualitas furnitur tidak pudar dan rusak.
  • Jenis waterbased lacquer dan PU cukup tahan untuk penggunaan di luar ruangan, namun tetap harus pada batas yang sewajarnya, seperti letakkan furnitur pada tempat yang memiliki penutup atas seperti saat hujan atau cuaca ekstrem.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *